Minggu, 16 November 2014

Cemas Malam (Rindu IBU)


Selamat Malam Ibu..

Lalu aku merenung dalam dalam. Membongkar ingatan yang Ibu rajut perlahan, hingga lembaran kenang menyelimutiku dalam gigil. Kasih sayang tak kan pernah ingkar untuk hadir dalam tenang. Hati ini selalu berdesir dengan ikhlas saat Ibu menyapa lewat telinga.

Entah, aku selalu cemas saat dikunjungi malam. Rasa rindu, kesepian dan semua ingatan yang teresonansi karna keheningan. Padahal pagi akan datang setiap hari tanpa berjanji. Memudarkan kecemasan yang tertimbun rapih.

Kamis, 18 September 2014

Terpenjara Rasa

"Kenapa kamu membuatku nyaman?"

"Mungkin hanya perasaanmu, memang seperti ini caraku bersikap." Aku mengelak.

"Tidak, aku sudah terlalu sering berinteraksi dengan laki-laki dengan analisa kognitif. Dan kamu melakukan dengan tulus, berbeda dengan yang aku temui selama ini." Elaknya.

Aku terdiam. Bukan karena aku tak punya jawaban, tapi sulit untukku menjelaskan. Dia tak tau jika sebenarnya aku memiliki rasa yang sama.

"Entahlah, kadang kita tidak bisa mengontrol hati, semudah kita memerintah pikiran." Jawabku dan berlalu meninggalkan dia.

"Seharusnya kamu tau, kita tidak bisa memulai sesuatu yang tidak bisa kita akhiri!" Teriaknya dari kejauhan.

Jumat, 29 Agustus 2014

Orang Baru


Aku adalah orang baru di sini. Benar-benar baru, maksudku. Aku sampai di tempat ini sekitar dua puluh menit yang lalu. Bahkan saking barunya, sekarang aku sudah lupa cat rumah ini berwarna hitam atau kelabu.

Di antara perhatian pada rumah baruku, tiba-tiba terdengar suara gedebak-gedebuk yang sangat keras dari rumah tetangga sebelah kananku. Ada apa?

Kemudian, ada yang menangis. Tangisannya begitu menyayat, seakan-akan orang itu minta diampuni. Lalu suara gedebak-gedebuk terdengar lagi. Perlahan, tangisan tadi bertransformasi menjadi teriakan yang sangat memilukan hati.

Minggu, 17 Agustus 2014

Cemburumu tidak logis, Nona.

"Bagaimana jika senyummu bukan lagi inspirasiku?"

"Aku akan tertawa."

"Bagaimana jika kau bukan lagi mimpiku?"

"Ku buat kau terjaga. Aku nyata, bukan mimpi."

"Bagaimana jika aku tak lagi mengharapkanmu?"

"Bukankah kau telah mendapatkanku? Aku bukan lagi harapan, Bukan?"

"Bagaimana jika akhirnya aku memilih melepaskanmu?"

Senin, 11 Agustus 2014

Merindu Pagi #6

Terulang

AWAAASS!!!
Nafasku terengah, jantung berdegup kencang, keringat mengucur deras. "Oh, ternyata aku bermimpi." Keluhku.

Aku usap muka dan kepalaku, kemudian beranjak.

***

"Selamat pagi Rakka."

"Pagi Nin, Tart kurma ada?"

"Selalu siap untukmu playboy."

Anin selalu punya cara tersendiri untuk menggodaku.