Jumat, 25 November 2011

Risau



Hari itu, seseorang menjumpai Umar bin Abdul Aziz. Khalifah dari Bani Umayyah yang sangat terkenal itu. Didapatinya Umar sedang menangis. Sendirian.

“Mengapa engkau menangis wahai Amirul Mukminin?” tanya orang itu dengan hati-hati. “Bukankah engkau telah menghidupkan banyak sunnah dan menegakkan keadilan?” tanya orang itu lagi dengan nada menghibur.

Senin, 21 Februari 2011

Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya

Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya

Pada sira ngelingana,
Carita ing nguni-nguni,
Kang kocap ing serat babad,
Babad nagri Mojopahit,
Nalika duking nguni,
Sang-a Brawijaya Prabu,
Pan samya pepanggihan,
Kaliyan Njeng Sunan Kali,
Sabda Palon Naya Genggong rencangira.

Jumat, 31 Desember 2010

guruh gipsy

[1977] Guruh Gipsy

Oleh:
Manan Rasudi

Artis
Guruh Gipsy

Album
Guruh Gipsy

Tahun
1977


Konon Sungsang Lebam Telak (SLT), sekelompok musisi Free Jazz nyeleneh lokal, pernah mencibir kebiasaan kita mendewakan musisi luar daripada musisi lokal. Jika kabar ini benar, maka semestinya kita hanya bisa mengangguk setuju. Bukankah kita lebih dulu mempromosikan Led Zeppelin atau Deep Purple pada rekan kita yang hendak “belajar” mendengarkan Hard Rock klasik? Lalu, adakah teman kita yang menganjurkan mendengarkan Opera Ken Arok lebih dulu sebelum The Wall?

Di luar itu, cobalah minta referensi album Progressive Rock 70an yang layak didengarkan, lalu pastikan berapa kepala menuntun anda untuk mendengarkan
Guruh Gipsy dibanding mereka yang mengusulkan King Crimson, Gentle Giant, Genesis, Yes, ELP, UK, ELP, Focus, Harmonium, dll untuk dinikmati. Saya yakin hasilnya hampir nihil! Sejatinya, Guruh Gipsy, menurut penulis, cukup menjadi titik start yang pas bagi siapapun yang hendak menenggelamkan diri dalam megahnya Rock 70an. Guruh Gipsy—yang digawangi Keenan Nasution, Chrisye, Ronny Harahap, Abadi Soesman, Oding Nasution, dan Guruh Soekarno Putera, sang mastermind—memang membenturkan format Symphonic Progressive Rock yang tengah jaya pada masa itu dengan bebunyian etnis Bali.

Selasa, 01 September 2009

Allah lah pemilik pasangan-pasangan kita


Allah lah pemilik pasangan pasangan kita..
Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.