Jumat, 10 Mei 2013

"jgn kau nodai bantalmu"

Semuany berlangsung disore hari, ktika ak plng kerja, setelah km tiba dirumah. Rasa kenyang yg tdk tersisa, hany lelah yg tersaji dgn rapih.

Kita sempatkan untuk menyapa, semua pertanyaan basa basi, menutupi kerinduan dan kecemasan. Kita akhirny saling bercerita, berebut waktu dlm durasi provider.

Ingin beradu, mengadu, berbagi keluhan, beradu argumen, dan bertengkar.

Mengakhiri pembicaraan dgn rasa jengkel.

Aku bangkit, mngambil anduk dan celana dalamku.

Kamis, 17 Mei 2012

Yahudi, Nasrani dan Muslim

Yahudi saat ini Bukanlah keturunan Bani Israel Saat ini, Yahudi, yang diduga merupakan keturunan bani Israel yang menolak Isa dan Muhammad, (semoga rahmat dan kesejahteraan dilimpahkan kepada kedua Nabi tersebut), dimana penolakan mereka tersebut berlanjut hingga kini, terbagi dalam dua kelompok yaitu kaum Sephardim dan kaum Ashkenazim. Jumlah kaum Ashkenazim jauh lebih banyak dari kaum Sephardim. Asal usul mereka sangat berbeda satu sama lainnya. Kaum Sephardim, pada umumnya adalah Yahudi yang sejak zaman dahulu telah tinggal di Afrika Utara, Timur Tengah dan Eropa Tenggara. Dan pada suatu masa mereka juga pernah tinggal di Spanyol pada zaman muslim berkuasa disana (711 A.D- 1609 A.D), namun mereka dimusnahkan ataupun terpaksa melarikan diri pada saat pendudukan Kristiani Trinitas pada tahun 1492 A.D.

Jumat, 25 November 2011

Risau



Hari itu, seseorang menjumpai Umar bin Abdul Aziz. Khalifah dari Bani Umayyah yang sangat terkenal itu. Didapatinya Umar sedang menangis. Sendirian.

“Mengapa engkau menangis wahai Amirul Mukminin?” tanya orang itu dengan hati-hati. “Bukankah engkau telah menghidupkan banyak sunnah dan menegakkan keadilan?” tanya orang itu lagi dengan nada menghibur.

Senin, 21 Februari 2011

Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya

Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya

Pada sira ngelingana,
Carita ing nguni-nguni,
Kang kocap ing serat babad,
Babad nagri Mojopahit,
Nalika duking nguni,
Sang-a Brawijaya Prabu,
Pan samya pepanggihan,
Kaliyan Njeng Sunan Kali,
Sabda Palon Naya Genggong rencangira.

Jumat, 31 Desember 2010

guruh gipsy

[1977] Guruh Gipsy

Oleh:
Manan Rasudi

Artis
Guruh Gipsy

Album
Guruh Gipsy

Tahun
1977


Konon Sungsang Lebam Telak (SLT), sekelompok musisi Free Jazz nyeleneh lokal, pernah mencibir kebiasaan kita mendewakan musisi luar daripada musisi lokal. Jika kabar ini benar, maka semestinya kita hanya bisa mengangguk setuju. Bukankah kita lebih dulu mempromosikan Led Zeppelin atau Deep Purple pada rekan kita yang hendak “belajar” mendengarkan Hard Rock klasik? Lalu, adakah teman kita yang menganjurkan mendengarkan Opera Ken Arok lebih dulu sebelum The Wall?

Di luar itu, cobalah minta referensi album Progressive Rock 70an yang layak didengarkan, lalu pastikan berapa kepala menuntun anda untuk mendengarkan
Guruh Gipsy dibanding mereka yang mengusulkan King Crimson, Gentle Giant, Genesis, Yes, ELP, UK, ELP, Focus, Harmonium, dll untuk dinikmati. Saya yakin hasilnya hampir nihil! Sejatinya, Guruh Gipsy, menurut penulis, cukup menjadi titik start yang pas bagi siapapun yang hendak menenggelamkan diri dalam megahnya Rock 70an. Guruh Gipsy—yang digawangi Keenan Nasution, Chrisye, Ronny Harahap, Abadi Soesman, Oding Nasution, dan Guruh Soekarno Putera, sang mastermind—memang membenturkan format Symphonic Progressive Rock yang tengah jaya pada masa itu dengan bebunyian etnis Bali.